Malang – Dalam rangka meningkatkan pemahaman siswa melalui pembelajaran kontekstual dan interaktif, siswa kelas XI-2 dan XI-8 SMAN 8 Malang melaksanakan kegiatan outing class ke Museum Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK-UB). Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi siswa untuk memperdalam materi Biologi, khususnya mengenai sistem koordinasi dan sistem reproduksi manusia.
Kegiatan diawali pada pukul 08.15 WIB dengan persiapan dan pengarahan yang dipandu oleh guru pendamping, Wiedia Carullina Purwanti, M.Pd. dan Hanif Imanda Permatasari, S.Pd. Dalam sesi tersebut, seluruh siswa mendapatkan penjelasan terkait tata tertib, kesepakatan aturan selama kegiatan berlangsung, serta pengecekan presensi kehadiran sebelum keberangkatan.
Pada pukul 08.30 WIB, rombongan berangkat menuju Museum Anatomi FK-UB dan tiba di lokasi dengan aman dan tertib sekitar pukul 08.40 WIB. Setibanya di lokasi, siswa melakukan persiapan akhir sebelum memasuki area museum.
Kegiatan resmi dibuka pada pukul 08.45 WIB melalui sesi orientasi yang dipandu oleh Dr. Indri. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan gambaran umum materi yang akan dipelajari sekaligus menyampaikan regulasi selama berada di lingkungan museum, termasuk hal-hal yang diperbolehkan maupun yang tidak diperbolehkan demi menjaga ketertiban dan sterilitas area pembelajaran.
Memasuki sesi utama pada pukul 09.00 WIB, kegiatan school visit dimulai dengan pembagian siswa ke dalam beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok didampingi langsung oleh Dr. Safrina, Dr. Indri, serta empat mahasiswa FK-UB. Dalam sesi ini, siswa berkesempatan mengamati berbagai preparat dan maket anatomi tubuh manusia secara langsung. Fokus pembelajaran diarahkan pada mekanisme sistem koordinasi dan sistem reproduksi manusia.
Suasana belajar berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa aktif berdiskusi serta mengajukan berbagai pertanyaan kepada mentor terkait fungsi organ, struktur jaringan, hingga proses fisiologis yang dipelajari.
Kegiatan kemudian dilanjutkan pada pukul 10.05 WIB dengan sesi pendalaman materi dan pengamatan mikroskopis di ruang laboratorium khusus. Pada sesi ini, Dr. Wieke dan Dr. Rita memberikan penjelasan lebih detail mengenai jaringan penyusun sistem koordinasi dan reproduksi. Siswa juga mendapatkan pengalaman berharga melakukan pengamatan mikroskopis secara langsung terhadap preparat jaringan tubuh manusia sambil mengisi lembar kerja yang telah disediakan oleh pihak Museum Anatomi FK-UB.
Rangkaian kegiatan outing class ditutup pada pukul 11.00 WIB melalui pengisian post-test dan evaluasi tertulis. Evaluasi ini bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman siswa setelah mengikuti pembelajaran teoritis maupun praktis selama kunjungan berlangsung. Seluruh kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan selesai tepat waktu.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual dari teori yang dipelajari di kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman nyata melihat visualisasi medis secara langsung. Pembelajaran berbasis pengalaman seperti ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi akademik siswa, khususnya dalam bidang sains dan kedokteran, sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu serta semangat belajar yang lebih tinggi.


