Malang – SMAN 8 Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Profesionalisme Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang mengusung tema “Integritas Tanpa Batas: Mewujudkan Sekolah Unggul Berkualitas.” Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMAN 8 Malang ini dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Malang, Dr. Hj. Hastini Ratna Dewi, M.Pd., Pengawas Sekolah, Drs. Agus Hariyono, M.M., serta Kepala SMAN 8 Malang, Ibu Nuraeni, M.Pd. Seluruh guru dan tenaga kependidikan mengikuti kegiatan dengan penuh antusias sebagai bagian dari upaya bersama dalam membangun budaya kerja yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan.

Dalam sesi pertama, Dr. Hj. Hastini Ratna Dewi, M.Pd. menyampaikan materi mengenai Pengembangan Profesionalisme Guru dan Tenaga Kependidikan dalam Upaya Peningkatan Personal Branding Sekolah. Beliau menekankan bahwa di tengah pesatnya perkembangan dunia pendidikan, sekolah tidak hanya dituntut memiliki prestasi akademik, tetapi juga mampu membangun citra positif melalui budaya kerja yang profesional, pelayanan prima, inovasi pembelajaran, serta karakter seluruh warga sekolah.

Menurut beliau, personal branding sekolah tidak dibangun melalui promosi semata, melainkan melalui kualitas nyata yang diwujudkan dalam setiap aktivitas pendidikan. Guru dan tenaga kependidikan menjadi representasi utama sekolah di mata masyarakat. Oleh karena itu, integritas, etos kerja, kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, semangat kolaborasi, serta komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap sekolah.

Tema “Integritas Tanpa Batas” menjadi pesan utama dalam kegiatan ini. Integritas dipandang sebagai nilai yang harus melekat dalam setiap insan pendidikan, baik dalam menjalankan tugas sebagai pendidik, memberikan pelayanan kepada peserta didik dan orang tua, maupun dalam membangun budaya organisasi yang sehat, transparan, dan akuntabel. Dengan integritas yang kuat, sekolah akan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inovatif, dan dipercaya oleh masyarakat.

Pada sesi berikutnya, Pengawas Sekolah, Drs. Agus Hariyono, M.M., memberikan Bimbingan Teknis Penguatan Materi Pendidikan Antikorupsi Berbasis Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Materi ini mengajak seluruh guru untuk tidak hanya memahami nilai-nilai antikorupsi sebagai materi pembelajaran, tetapi juga mengintegrasikannya secara kontekstual ke dalam proses pembelajaran melalui pendekatan yang bermakna dan berpusat pada peserta didik.

Beliau menjelaskan bahwa pendidikan antikorupsi merupakan investasi karakter yang harus ditanamkan sejak dini melalui pembiasaan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kerja keras, kepedulian, keberanian, kesederhanaan, dan keadilan. Dengan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), peserta didik diharapkan tidak hanya mengetahui konsep integritas, tetapi mampu memahami, menghayati, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari melalui berbagai aktivitas pembelajaran yang reflektif, kolaboratif, dan berbasis pemecahan masalah nyata.

Selama kegiatan berlangsung, suasana bimtek terasa sangat hidup. Seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan SMAN 8 Malang mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian dan antusiasme. Diskusi interaktif, sesi tanya jawab, serta berbagi pengalaman praktik baik di sekolah menjadi bukti tingginya semangat belajar dan komitmen seluruh GTK untuk terus meningkatkan kompetensi profesional. Banyak peserta yang menyampaikan gagasan mengenai penguatan budaya integritas, strategi membangun citra positif sekolah, hingga implementasi pendidikan antikorupsi dalam berbagai mata pelajaran.

Kepala SMAN 8 Malang, Ibu Nuraeni, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Malang dan Pengawas Sekolah yang senantiasa memberikan pembinaan serta pendampingan kepada seluruh warga sekolah. Beliau berharap kegiatan ini menjadi motivasi bagi seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan untuk terus berkembang, meningkatkan kualitas diri, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan inovasi pembelajaran yang memberikan dampak nyata bagi peserta didik dan kemajuan sekolah. Melalui Bimbingan Teknis ini, SMAN 8 Malang semakin meneguhkan komitmennya dalam membangun budaya kerja yang profesional, adaptif, dan berintegritas. Penguatan kompetensi GTK, pengembangan personal branding sekolah, serta implementasi pendidikan antikorupsi berbasis pembelajaran mendalam diharapkan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan SMAN 8 Malang sebagai sekolah unggul, berkualitas, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan pendidikan masa depan. Dengan semangat “Integritas Tanpa Batas”, seluruh warga sekolah terus bergerak bersama menghadirkan layanan pendidikan terbaik bagi generasi penerus bangsa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *