21 Agustus 2026 — Pengetahuan tentang kesehatan dan keterampilan memberikan pertolongan pertama menjadi bekal penting yang perlu dimiliki generasi muda. Tidak hanya untuk menjaga kesehatan diri sendiri, tetapi juga agar mampu memberikan respons yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat di lingkungan sekitar.
Semangat tersebut diwujudkan oleh SMAN 8 Malang melalui kegiatan Seminar Awam tentang Henti Jantung dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang dilaksanakan pada Jumat, 21 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari edukasi kesehatan sekaligus upaya membekali murid dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan, khususnya henti jantung.

Kegiatan tersebut terselenggara bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Malang dan Yayasan Jantung Indonesia (YJI) dalam rangka menyambut semangat World Heart Day. Mengusung pesan penting tentang kepedulian terhadap kesehatan jantung, kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan melibatkan murid secara aktif.
Dimulai dengan Aktivitas Sehat
Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan senam pada pukul 06.45 WIB, dilanjutkan dengan senam bersama yang dipandu oleh instruktur YJI. Aktivitas ini menjadi pembuka yang tepat untuk mengingatkan seluruh peserta bahwa menjaga kesehatan jantung tidak hanya dilakukan ketika terjadi masalah, tetapi harus dimulai dari kebiasaan hidup sehat sehari-hari.
Setelah kegiatan senam, peserta mengikuti registrasi dan persiapan. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Sambutan dari Kepala SMAN 8 Malang, Ketua PERKI Malang, serta Ketua YJI Malang turut mengawali kegiatan sekaligus memberikan penguatan mengenai pentingnya edukasi kesehatan jantung bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Suasana semakin hangat ketika seluruh peserta mengikuti doa dan sesi foto bersama sebelum memasuki agenda utama, yaitu seminar dan pelatihan Bantuan Hidup Dasar.
Mengenal Henti Jantung dan Respons Kegawatdaruratan

Pada sesi pertama, murid mendapatkan materi mengenai screening kegawatan yang disampaikan oleh pemateri dari PERKI. Materi dikemas dalam bentuk pemaparan dan tanya jawab sehingga murid tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk memahami berbagai situasi yang membutuhkan respons cepat.
Salah satu hal penting yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah bahwa kondisi henti jantung membutuhkan tindakan yang cepat dan tepat. Dalam situasi kegawatdaruratan, kemampuan seseorang untuk mengenali kondisi korban dan segera memberikan pertolongan awal dapat menjadi bagian penting dalam upaya menyelamatkan nyawa.
Setelah mendapatkan pemahaman mengenai kegawatan, peserta kemudian mengikuti materi Bantuan Hidup Dasar (BHD). Materi ini memberikan pengetahuan dasar mengenai langkah-langkah pertolongan pada seseorang yang mengalami kondisi henti jantung sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut dari tenaga medis.
Tidak Sekadar Teori, Murid Langsung Praktik
Hal yang menarik dalam kegiatan ini adalah murid tidak hanya mendapatkan pembelajaran secara teori. Setelah sesi materi, mereka langsung mengikuti praktik Bantuan Hidup Dasar menggunakan manekin atau alat peraga yang telah disiapkan oleh tim instruktur dan fasilitator.
Dalam kelompok-kelompok kecil, murid berkesempatan mempraktikkan teknik pertolongan secara langsung dengan mendapatkan pendampingan dari instruktur. Mereka belajar bagaimana memberikan respons ketika menemukan seseorang yang membutuhkan pertolongan serta mempraktikkan teknik dasar resusitasi pada manekin.
Praktik secara langsung membuat kegiatan menjadi lebih interaktif. Murid terlihat antusias mengikuti arahan instruktur, berdiskusi dengan anggota kelompok, serta mencoba melakukan teknik BHD secara bergantian.
Pengalaman tersebut memberikan pembelajaran yang berbeda dari kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Murid tidak hanya memperoleh pengetahuan (knowledge), tetapi juga pengalaman praktis (skill) yang dapat berguna ketika menghadapi situasi nyata.
Menumbuhkan Kepedulian dan Keberanian untuk Menolong

Pelatihan BHD tidak hanya mengajarkan teknik pertolongan pertama. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menanamkan keberanian, kepedulian, ketenangan, dan tanggung jawab untuk membantu orang lain dalam situasi darurat.
Bagi murid, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran yang sangat bermakna. Mereka diajak untuk memahami bahwa dalam kondisi tertentu, pertolongan yang diberikan oleh orang-orang di sekitar korban dapat menjadi langkah awal yang sangat penting sebelum bantuan medis tiba.
Nilai-nilai kepedulian tersebut sejalan dengan pembentukan karakter murid yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kesiapan menghadapi berbagai situasi kehidupan.
Belajar Menjaga Jantung, Belajar Menyelamatkan Kehidupan
Kegiatan Seminar Awam tentang Henti Jantung dan Pelatihan BHD menjadi momentum penting bagi SMAN 8 Malang untuk memperluas wawasan kesehatan murid sekaligus membangun kesadaran tentang pentingnya kesehatan jantung.
Kolaborasi bersama PERKI Malang dan YJI juga memberikan pengalaman belajar yang autentik karena murid mendapatkan informasi dan praktik langsung dari pihak yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan jantung dan kegawatdaruratan.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta mengikuti evaluasi singkat dan tanya jawab sebelum acara ditutup. Kegiatan ditutup dengan suasana penuh semangat dan kebersamaan, ditandai dengan foto bersama antara murid, guru, panitia, instruktur, serta tim PERKI dan YJI.
Melalui kegiatan ini, SMAN 8 Malang berharap semakin banyak murid yang memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan jantung sekaligus memiliki keberanian dan keterampilan dasar untuk memberikan pertolongan ketika menghadapi keadaan darurat.

Karena menyelamatkan kehidupan tidak selalu dimulai dari seorang tenaga medis. Terkadang, pertolongan pertama dimulai dari seseorang yang berani peduli, tahu apa yang harus dilakukan, dan mau bertindak.
SMAN 8 Malang — Sehat Jantungnya, Sigap Tindakannya, Peduli Sesamanya.