Semangat kemerdekaan terasa begitu meriah di SMAN 8 Malang melalui gelaran Bhaskara Nation ’26. Mengusung semangat kebersamaan dan kegembiraan dalam suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 18 Agustus 2026 ini menjadi momen istimewa bagi seluruh warga SMAN 8 Malang untuk merayakan kemerdekaan dengan cara yang penuh keceriaan.
Kegiatan diawali dengan persiapan dan pelaksanaan apel di Lapangan Indoor. Seluruh murid dan guru mengikuti apel dengan tertib dan penuh semangat. Nuansa merah putih tampak mendominasi suasana, memperkuat atmosfer perayaan kemerdekaan di lingkungan Bhumi Smarihasta.
Setelah apel dan presensi wali kelas, suasana berubah semakin semarak. Para murid dan guru bersiap menuju berbagai arena perlombaan yang telah disiapkan. Beragam permainan seru dan unik menjadi daya tarik utama Bhaskara Nation ’26. Tidak hanya mengandalkan kecepatan, setiap lomba juga menuntut kekompakan, strategi, konsentrasi, komunikasi, dan tentu saja keberanian untuk tampil maksimal.

Serunya Lomba Murid
Antusiasme murid terlihat sejak perlombaan dimulai. Teriakan dukungan dari masing-masing kelas membuat suasana semakin meriah. Empat perlombaan menjadi ajang adu kekompakan antarkelas, yaitu Balap Ulat, Jerat Bola, Kereta Berantai, dan Spider Ball.
Pada Lomba Balap Ulat, kekompakan dan koordinasi tim menjadi kunci kemenangan. Persaingan berlangsung sengit hingga akhirnya XII-8 berhasil meraih Juara 1, disusul XII-6 sebagai Juara 2 dan XII-5 sebagai Juara 3.
Sementara itu, Lomba Jerat Bola menghadirkan tantangan yang membutuhkan konsentrasi sekaligus kerja sama tim. XII-1 berhasil menjadi juara pertama, diikuti XI-3 sebagai Juara 2 dan XI-1 sebagai Juara 3.
Keseruan berikutnya hadir dalam Lomba Kereta Berantai. Gerak yang serempak dan koordinasi antarmurid menjadi penentu keberhasilan. X-5 berhasil keluar sebagai Juara 1, X-8 sebagai Juara 2, dan XI-6 sebagai Juara 3.
Tidak kalah menarik, Spider Ball menjadi salah satu perlombaan yang mengundang banyak sorakan dan gelak tawa. Setelah melalui persaingan yang seru, XII-8 meraih Juara 1, XI-6 Juara 2, dan X-4 Juara 3.
Guru Turut Beraksi, Suasana Makin Pecah!
Jika murid sudah membuat arena perlombaan begitu ramai, giliran para guru dan tenaga pendidik yang tampil menunjukkan semangat kompetitif mereka. Lomba guru menjadi salah satu bagian yang paling ditunggu karena menghadirkan suasana santai, penuh tawa, sekaligus memperlihatkan kekompakan para pendidik SMAN 8 Malang.

Dalam Lomba Estafet Hanger, para guru dibagi ke dalam beberapa tim. Permainan yang sederhana tetapi membutuhkan koordinasi tinggi ini sukses menghadirkan banyak momen lucu sekaligus menegangkan.
Juara 1 diraih Tim 6, yang beranggotakan P. Hasan, B. Nanda, B. Bella, B. Sekar, B. Leli, dan B. Rani. Juara 2 diraih Tim 1, dengan anggota B. Erma, B. Dwita, B. Yusi, P. Rifki, P. Muslih, dan P. Wendra. Sementara Tim 3 yang terdiri atas B. Ima, B. Vivi, B. Puspa, P. Alex, P. Yuven, dan P. Isri berhasil meraih Juara 3.
Keseruan berlanjut melalui Lomba Pijak Balon. Para guru harus beradu strategi dan kelincahan untuk mempertahankan balon masing-masing. Permainan ini sukses mengundang tawa dan sorakan dari seluruh warga sekolah. Pak Alex (PPL) berhasil menjadi Juara 1, Bu Tia (Guru Baru) meraih Juara 2, dan Bu Efi (PPL) menempati Juara 3.
Sementara itu, Lomba Blind Spot Paku menghadirkan tantangan yang menguji konsentrasi, ketelitian, dan kemampuan peserta dalam mengikuti arahan. Bu Fifi (PPL) berhasil meraih Juara 1, sedangkan Bu Ria menjadi Juara 2.
Berbagai perlombaan tersebut membuktikan bahwa semangat kemerdekaan tidak mengenal batas usia. Murid dan guru sama-sama larut dalam kegembiraan, saling memberikan dukungan, dan menciptakan suasana kebersamaan yang begitu hangat.
Dari Arena Lomba Menuju Puncak Perayaan
Setelah rangkaian perlombaan berlangsung hingga menjelang siang, seluruh warga SMAN 8 Malang beristirahat dan melaksanakan ishoma. Setelah itu, seluruh peserta kembali berkumpul di Lapangan Indoor untuk mengikuti rangkaian akhir kegiatan.
Momen yang paling dinantikan adalah pengumuman dan pemberian penghargaan kepada para pemenang. Tepuk tangan dan sorakan mengiringi setiap nama dan kelas yang diumumkan sebagai juara. Penghargaan bukan sekadar bentuk apresiasi atas kemenangan, tetapi juga menjadi penghargaan atas semangat, kerja sama, sportivitas, dan perjuangan yang telah ditunjukkan selama perlombaan.
Bhaskara Nation ’26 kemudian ditutup dengan apel penutupan dan presensi kepulangan oleh wali kelas.
Lebih dari sekadar perlombaan, Bhaskara Nation ’26 menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, membangun kekompakan, serta menghadirkan kebahagiaan bersama di lingkungan SMAN 8 Malang. Sorak-sorai, tawa, semangat berkompetisi, hingga dukungan antarkelas menjadi warna yang melengkapi perayaan kemerdekaan tahun ini.

Melalui Bhaskara Nation ’26, semangat kemerdekaan kembali dihidupkan dengan cara yang menyenangkan: bersama, kompak, sportif, dan penuh kegembiraan.
Dari Bhumi Smarihasta, semangat kemerdekaan terus menyala! 🇮🇩
Bhaskara Nation ’26 — Merayakan Kemerdekaan, Menguatkan Kebersamaan.